Karma, Kebetulan Atau Takdir?

Sunday, May 29, 20110 komentar


Pernahkah Anda mengalami  kejadian  yang  tak terduga?  Adakah  Anda percaya karma? Bedakah karma dengan pembalasan?

Saya tidak tahu bagaimana membahasakan apa yang saya alami. Yang jelas, menurut saya, yang saya omongkan ini bukanlah karma.

Sejak SMA ,  saya sering banget  mengalami kejadian seperti ini, nemu duit tidak dalam jumlah banyak, entah di jalan atau di taman atau di beberapa tempat lainnya.  Seringnya 5000 rupiah atau 10.000 rupiah. Karena di tempat publik, kita mau ngembalikan duit itu, ngga tau kemana.


Ngga lama setelah  kejadian itu,  eh,  saya yang kehilangan duit. Jumlahnya,   ngga jauh dari 5000 rupiah atau 10.000 rupiah =))
……….
Apa kira-kira yang Anda pikirkan jika mengalami kejadian seperti ini

Sedang berkonsentrasi di atas motor,  di atas aspal daerah Panggang (jalan menuju Parangtritis),  jauh dari kota. Matahari baru saja kembali ke peraduannya.  Di kiri-kanan jalan ngga ada rumah. Tiba-tiba melihat seseorang menuntun motor, karena kehabisan bensin.  Tentu saja,  jiwa sosial yang ada di hati paling dalam setiap orang mengarahkan  saya   untuk menolong orang itu khan? Saya carikanlah bensin ke desa terdekat. Setelah dapat, saya bawakan ke orang itu. Alhamdulillah, orang itu bisa pulang dengan senyum.

Beberapa bulan  setelah  kejadian itu, saya ke Parangtiris. Pulangnya  lewat daerah Panggang.  Anehnya, di tempat yang sama,  bensin motor saya habis.  Saya ngga ingat sama sekali  kejadian beberapa bulan sebelumnya.  Saya tuntun motor tuk mencari bensin. Belum 5 meter, tiba-tiba ada orang dating menawarkan bantuan; membelikan bensin. Orang yang baik itu pergi, dan tidak lama kemudian, ia datang membawa jerigen berisi bensin. Setelah itu, orang ini pergi, dan tidak mau menerima uang jasa dari saya.
……
Lalu bagaimana dengan ini
Kejadiannya bulan lalu.  Saat itu  hari masih pagi, sekitar jam sembilanan. Saya  membeli pulsa untuk  ibu.  Seperti prosedur biasa, penjual pulsa menyodorkan buku. Saya  pun menulis  nomor handphone ibu. Entah sedang mikir apa, ketika saya menuliskan nomor  ****3637, yang tertulis malah 3677. Padahal saat itu saya menulis sambil menyebutkan nomor yang benar. Walhasil berpindahlah pulsa itu ke nomor yang salah. Setelah terkirim barulah saya tersadar kalau sudah menulis angka yang salah. Awalnya  saya berharap, nomor yang salah itu tidak ada, sehingga pulsa batal terkirim. Tetapi ternyata, nomor itu ada yang punya. Dan, pulsa itu pun bener-bener “salma” (salah masuk)=)) .   Karena sayang, jumlahnya banyak bow, saya mencoba mengirimkan sms ke nomor ***3677, menjelaskan kejadian sebenarnya. Dan, meminta tolong agar pulsanya dibalikin ke hp ibu saya =)).  Sejam-dua jam tidak ada tanggapan.

Sorenya, ketika saya sudah tidak berharap,  pemilik  no ***3677 miscall. Setelah itu pulsa dengan nilai yang sama terkirim ke nomor ibu saya. Beberapa detik setelah itu, sebuah sms datang ke hp saya, “Sudah saya kirim balik pulsanya :D .” Saya balas, “Makasih Pak/Bu, semoga bapak/ibu diberi kebaikan.”
Saat itu juga, saya teringat satu peristiwa yang  menurut saya rada-rada aneh.

Kejadiannya di Jogja, beberapa bulan lalu di sebuah counter HP sekaligus penjualan pulsa.  Karena pelanggannya banyak, saya antri menunggu giliran. Tiba-tiba penjaga counternya, seorang gadis setengah berteriak, dan berkata ke temannya sesama penjaga counter. “Weh, piye iki mbak. Aku keleru je.” (Wah, gimana ini mbak, saya salah.

Oh ya, jika Anda pernah atau sering  ke Bantul,  akhiran “je”  ini pasti  sering  Anda dengar.  Sebenarnya artinya ngga ada. Lebih sekedar pelengkap, dan rasanya kurang mantap jika tidak diakhiri dengan itu.
Bersamaan dengan  kekagetan simbak penjaga counter,   hp saya terisi pulsa.  Saya tentu saja juga kaget (tapi dalam hati..hihihi) .

Dari omongan mbak itu ke temannya, saya jadi tahu kalau saat itu  adalah hari pertamanya kerja di counter tersebut. Setelah cek ricek,  ternyata mbaknya salah pencet,  dan nomor  tujuannya adalah nomor saya.  Karena saya memang mau ngisi pulsa, saya bayarlah harga pulsa itu, sambil mewanti-wanti agar nanti lebih ngatos-atos, eh hati-hati.

Anehnya, pulsa yang masuk saat itu sama persis dengan pulsa yang saya kirim “salah” ke nomor ibu saya.  Dua kejadian ini berselang setahun.

Sebenarnya banyak kejadian lagi yang serupa dengan kejadian-kejadian  di atas. Tetapi cukuplah ini sebagai contoh.

Apakah kejadian-kejadian tadi aneh? Kebetulan? Atau sudah Takdirnya?
Bagaimana menurut Anda?

Oleh : berbagi.info
Share this article :

Post a Comment

Cara berkomentar:

Pada kotak Comment as pilih Name/URL

Name: Isi dengan nama kamu
URL: Jika kamu punya blog atau website, tuliskan alamatnya disini. kalau tidak punya maka kosongkan saja.

Klik Lanjutkan

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. RITJ'S BLOG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger